RUKUN
IMAN
1. ARTI IMAN
Iman artinya, mempercayai dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota segala apa yang di bawa oleh Nabi Muhammad saw.
2. RUKUN IMAN
Yang wajib kita imani/percayai itu ada (6) hal,yang mana enam perkara itu di namakan rukun rukun iman. Rukun iman yang enam itu ialah :
a. Iman kepada Allah
b. Iman kepada malaikat-malaikat Nya.
c. Iman kepada kitab-kitab Nya.
d. Iman kepada para Rasul Nya.
e. Iman kepada hari kiamat.
f. Iman kepada takdir baik dan buruk.
Iman artinya, mempercayai dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota segala apa yang di bawa oleh Nabi Muhammad saw.
2. RUKUN IMAN
Yang wajib kita imani/percayai itu ada (6) hal,yang mana enam perkara itu di namakan rukun rukun iman. Rukun iman yang enam itu ialah :
a. Iman kepada Allah
b. Iman kepada malaikat-malaikat Nya.
c. Iman kepada kitab-kitab Nya.
d. Iman kepada para Rasul Nya.
e. Iman kepada hari kiamat.
f. Iman kepada takdir baik dan buruk.
A.
IMAN KEPADA ALLAH
Beriman kepada Allah yaitu percaya bahwa Allah itu ada, hidup dengan tidak berpemulaan dan tidak berkesudahan/berakhir. Tunggal, tidak beranak dan tidak di peranakkan dan tidak ada satu mahluk pun menyamai-Nya. Allah itu Maha Kuasa, Maha Melihat baik yang tersembunyi maupun yang tampak, baik yang kecil maupun yang besar, yang berada di laut, di angkasa di udara. Itu semua wajib kita mempercayainya. Allah Maha Pendengar baik yang samar maupun yang terang-terangan. Jadi kita percaya kepada Allah itu, bahwa dia itu maha sempurna dari sifat-sifat yang baik, dan jauh dari sifat-sifat yang tidak baik. Maha mulia dan suci daripada yang tercela.
pendeknya, kalau kita perinci satu persatu, maka sifat wajib bagi Allah itu ada 20 sedang sifat muhalnya (berlawanan) ada 20, sedangkan sifat jaiznya/wenang bagi Allah ada satu, yaitu: Allah berbuat atas sesuatu perkara atau tidak berbuat, terserah sehendak Allah sendiri.
Beriman kepada Allah yaitu percaya bahwa Allah itu ada, hidup dengan tidak berpemulaan dan tidak berkesudahan/berakhir. Tunggal, tidak beranak dan tidak di peranakkan dan tidak ada satu mahluk pun menyamai-Nya. Allah itu Maha Kuasa, Maha Melihat baik yang tersembunyi maupun yang tampak, baik yang kecil maupun yang besar, yang berada di laut, di angkasa di udara. Itu semua wajib kita mempercayainya. Allah Maha Pendengar baik yang samar maupun yang terang-terangan. Jadi kita percaya kepada Allah itu, bahwa dia itu maha sempurna dari sifat-sifat yang baik, dan jauh dari sifat-sifat yang tidak baik. Maha mulia dan suci daripada yang tercela.
pendeknya, kalau kita perinci satu persatu, maka sifat wajib bagi Allah itu ada 20 sedang sifat muhalnya (berlawanan) ada 20, sedangkan sifat jaiznya/wenang bagi Allah ada satu, yaitu: Allah berbuat atas sesuatu perkara atau tidak berbuat, terserah sehendak Allah sendiri.
B.
IMAN KEPADA MALAIKAT
Kita wajib percaya dengan seyakin-yakinnya, bahwa Allah Ta’ala itu mempunyai mahluk yang di sebut Malaikat. Yakni mahluk yang diciptakan oleh-Nya dari cahaya (NUR). Malaikat itu adalah mahluk yang paling taat dan patuh akan perintah-perintah Tuhan, semua perintah Tuhan dilaksanakan dengan sepatuh-patuhnya. Malaikat bukannya laki-laki dan bukan pula perempuan. Pada Malaikat itu tidak mempunyai hawa nafsu tapi mempunyai akal, sebab itu tidak pernah mereka ingkar (durhaka) kepada Allah.
Malaikat itu jumlahnya banyak sekali , tidak ada seorang pun yang mengetahuinya, hanya Allah sendiri yang mengetahui persis jumlahnya. Akan tetapi yang wajib kita imani/percayai ada 10 (sepuluh) malaikat, yaitu:
1. Jibril, yang bertugas menyampaikan wahyu kepada para Rasul.
2. Mikaill, yang bertugas mengantarkan rezki, mengurus hujan.
3. Isrofil, yang bertugas meniup sangkala ketika akan terjadinya hari kiamat dan ketika. akan di bangkitkan dari kubur untuk berkumpul di padang mahsyar.
4. Izroil, yang bertugas mencabut nyawa segala yang berjiwa.
5. Raqib, yang bertugas mencatat segala perbuatan baik dari bangsa jin/manusia.
6. Atid, yang bertugas mencatat segala perbuatan yang jahat dari bangsa jin/manusia.
7. Munkar, dan
8. Nakir, bertugas menanyai semua perbuatan baik/jahat di dalam kubur.
9. Malik, bertugas menjaga neraka.
10. Ridwan, bertugas menjaga surga.
C. IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH
Iman kepada kitab-kitab Allah, artinya kita wajib percaya dengan seyakin-yakinnya bahwa sesungguhnya Allah itu mempunyai beberapa kitab yang di turunkan kepada para utusan-Nya melalui wahyu.
Kitab-kitab Allah yang wajib kita percayai ada 4, yaitu :
1.Taurat, yang di turunkan kepada Nabi Musa as.
2. Zabur, yang di turunkan kepada Nabi Daud as.
3. Injil, yang di turunkan kepada Nabi Isa as.
4. Al-Qur’an, yang di turunkan kepada Nabi Muhammad saw.
Kitab Taurat, Zabur dan Injil pada saat sekarang ini sudah tidak ada lagi, sebab yang kita dapati sekarang ini telah mengalami banyak perubahan, diganti oleh penganut-penganutnya masa demi masa, Maka kepada ketiga kitab tersebut yang ada sekarang ini, kita tidak diperintahkan lagi untuk mempercayainya. Tetapi Al-Qur’an sampai hari kiamat wajib kita mempercayainya, sebab kandungannya masih orsinil, asli dari tangan Tuhan, tidak ada seorang pun yang kuasa untuk menggantinya.
D.
IMAN KEPADA RASUL-RASUL ALLAH
Iman kepada para Rasul Allah, artinya kita wajib percaya dengan seyakin-yakinnya bahwa rasul itu adalah pilihan dari Allah dan terutusnya mereka adalah demi kebahagian kita, atas rahmat-Nya disamping manfaat-manfaat yang menjadi kepentingan kita, akan hajat kebutuhan terhadap rasul itu. Semua Rasul telah membawa agama tauhid, yaitu Ajaran tentang ke-Esaan Tuhan, walaupun bentuk syari’atnya berlain-lainan.
Jumlah para rasul itu pada hakikatnya banyak sekali, akan tetapi yang wajib kita percayai ada 25 (dua puluh lima) rasul yang tersebut dalam Al-Qur’an, yaitu:
1. Adam 9. Ishaq 17. Dzulkifli
2. Idris 10. Ya’qub 18. Daud
3. Nuh 11. Yusuf 19. Sulaiman
4. Hud 12. Ayyub 20. Ilyas
5. Sholeh 13. Syu’aib 21. Yunus
6. Ibrahim 14. Musa 22. Zakraia
7. Luth 15. Harun 23. Yahya
8. Ismail 16. Ilyasa 24. Isa
25. Muhammad
Kepercayaan terhadap para rasul itu tidak boleh di beda-bedakan antara yang satu dengan yang lainnya, karena mereka itu mempunyai empat sifat yang tertentu (wajib), yaitu:
1. pertama : Shiddiq, artinya benar (lurus).
2. Kedua : Amanah, artinya dapat di percaya.
3. Ketiga : Tabligh, artinya meyampaikan.
4. Keempat : Fathonah, artinya pandai, cerdik.
E. IMAN KEPADA HARI KEMUDIAN/KIAMAT
Iman kepada hari kiamat ialah percaya dengan seyakin-yakinnya bahwa sesungguhnya hari kiamat itu pasti dating tanpa diragukan lagi. Sedangkan waktu datangnya, hanya Allah saja secara pasti yang mengetahuinya.
Hari kiamat yaitu: hari dimana Allah telah member izin kepada dunia untuk digulung/berakhir dan di mulainya kehidupan akhirat.
F.
IMAN KEPADA QODLO DAN QODAR ALLAH.
Iman kepada qadha dan qadar artinya, kita wajib percaya dengan seyakin-yakinnya bahwa segala sesuatu yang sudah terjadi akan terjadi, adalah di tangan Allah swt. Maka kita harus menerima takdir Tuhan yang menimpa diri kita itu, yang senang maupun yang duka, yang baik maupun yang buruk, dengan penuh keikhlasan dan tawakkal. Sekalipun demikian manusia diwajibkan oleh Allah untuk berikhtiar/berusaha untuk tercapainya suatu cita-cita, tetapi di tangan Tuhanlah segala ketentuan.
3. HAL-HAL YANG MENYEBABKAN HILANGNYA IMAN.
Hal-hal/perkara-perkara yang mnyebabkan hilangnya keimanan kita itu, antara lain:
a. Menyembah berhala secara sengaja dan sadar.
b. Menyekutukan Allah dengan mahluk
c. Memandang remeh syari’at agama dan menghina secara terang-terangan kebenaran Islam
d. Mencaci, mencela, sifat-sifat Allah dan Rasul-Nya.
e. Mengucapkan kata-kata atau tindakan yang mengandung kekafiran/kemusyrikan.
f. Sengaja tidak mengucapkan dua kalimat syahadat.
g. Mengkafirkan orang mu’min, atau bercita-cita ingin jadi orang kafir
h. Menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal
Hal-Hal tersebut di atas, tidak berlaku apabila dilakukan oleh:
a. Anak di bawah umur (belum baligh)
b. Orang mabuk/gila.
c. Tidak sadar.
d. Orang yang di paksa, sedangkan hatinya masih tetap beriman.
e. Orang yang mengajar atau menceritakan tentang orang-orang kafir kepada orang lain.
(Di susun Oleh: Eriza Apriadi)
Hal-hal/perkara-perkara yang mnyebabkan hilangnya keimanan kita itu, antara lain:
a. Menyembah berhala secara sengaja dan sadar.
b. Menyekutukan Allah dengan mahluk
c. Memandang remeh syari’at agama dan menghina secara terang-terangan kebenaran Islam
d. Mencaci, mencela, sifat-sifat Allah dan Rasul-Nya.
e. Mengucapkan kata-kata atau tindakan yang mengandung kekafiran/kemusyrikan.
f. Sengaja tidak mengucapkan dua kalimat syahadat.
g. Mengkafirkan orang mu’min, atau bercita-cita ingin jadi orang kafir
h. Menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal
Hal-Hal tersebut di atas, tidak berlaku apabila dilakukan oleh:
a. Anak di bawah umur (belum baligh)
b. Orang mabuk/gila.
c. Tidak sadar.
d. Orang yang di paksa, sedangkan hatinya masih tetap beriman.
e. Orang yang mengajar atau menceritakan tentang orang-orang kafir kepada orang lain.
(Di susun Oleh: Eriza Apriadi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar